Siskamling Pasca Lebaran: Babinsa Teluknaga Gerak Cepat
Tigaraksa (KARONESIA.COM) – Serda Jaya Wiguna, Babinsa Desa Kampung Pondok Karya dari Koramil 01/Tln, Kodim 0510/Tigaraksa, turun langsung menemui warga RT 001/01, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Senin (23/3/2026) mengajak masyarakat kembali menggiatkan siskamling yang kerap kendur selepas musim libur Lebaran.
Komunikasi sosial (komsos) itu berlangsung bukan di balai desa atau kantor pemerintah, melainkan di salah satu rumah warga yang biasa menjadi titik kumpul santai warga setempat. Pendekatan informal inilah yang dipilih Serda Jaya untuk membangun kepercayaan sekaligus menyampaikan pesan keamanan.
”Melalui komsos seperti ini kita bisa berdiskusi dengan warga, sehingga harapannya bisa memberikan edukasi akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Masa pasca Lebaran menjadi salah satu periode yang perlu diwaspadai dari sisi keamanan lingkungan. Banyak warga yang baru kembali dari mudik, sementara kebiasaan ronda malam sempat terhenti selama musim liburan. Celah ini berpotensi dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga reaktivasi siskamling dinilai mendesak.
Respons warga terbilang positif. Salah satu warga yang hadir menyatakan bahwa menjaga keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan kehadiran Babinsa justru menjadi pengingat bahwa ronda malam bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari sistem keamanan kolektif yang nyata.
”Dengan pendekatan yang humanis dan ditemani secangkir kopi seperti ini, hubungan TNI dan warga bisa semakin erat,” ucapnya.
Kegiatan komsos seperti ini merupakan bagian dari tugas rutin Babinsa sebagai ujung tombak TNI AD di level desa. Berbeda dari pendekatan formal, komsos memanfaatkan ruang sosial yang sudah ada di tengah masyarakat, warung, teras rumah, atau tempat ngobrol warga sebagai medium komunikasi yang efektif dan tidak menimbulkan jarak.
Keamanan lingkungan bukan hanya soal pagar tinggi atau kamera CCTV, melainkan soal seberapa kuat warga saling mengenal dan saling jaga. Ronda malam yang hidup kembali pascalebaran bisa menjadi penanda sehat tidaknya kohesi sosial sebuah kampung.(*)











