180 KK Terdampak, TNI Bangun Jembatan di Babelan
Kab Bekasi | KARONESIA.COM – Koramil 04/Babelan, Kodim 0509/Kabupaten Bekasi terus mempercepat pembangunan sejumlah jembatan di wilayah kecamatan setempat. Infrastruktur ini dibangun untuk membuka akses yang selama ini menjadi kendala utama warga, terutama petani dan masyarakat yang berpindah antar desa.
Kegiatan yang dimulai sejak Jumat pagi ini menyasar beberapa titik strategis, tepatnya di Desa Muara Bakti dan Desa Kedung Jaya. Ada tiga jenis jembatan yang digarap: jembatan perintis sepanjang 50 meter lebar 1,2 meter, jembatan armco sepanjang 5 meter lebar 3 meter, hingga jembatan gantung sepanjang 30 meter lebar 1,5 meter.
Jembatan-jembatan ini punya peran sangat vital. Salah satunya menjadi penghubung utama antara Desa Muara Bakti dan Desa Sukatenang. Bagi petani, jalur ini adalah urat nadi untuk mengangkut hasil panen ke pasar dan wilayah sekitar. Selain itu, infrastruktur ini juga menghubungkan kawasan VGH 3 Desa Kedung Jaya dengan area MGC Desa Babelan Kota.
Sebanyak 180 kepala keluarga dipastikan akan merasakan manfaat langsung dari pembangunan ini. Selama ini, mobilitas warga sering terkendala, apalagi saat musim panen tiba atau aktivitas ekonomi sedang meningkat. Dengan adanya jembatan baru, semua aktivitas itu diharapkan bisa berjalan jauh lebih lancar.
Pembangunan digarap dengan semangat gotong royong. Sebanyak 33 personel TNI turun tangan langsung, bergabung dengan 3 perangkat desa dan 15 warga setempat. Mereka mulai bekerja dari pagi, mulai dari menggali lubang pondasi, membersihkan lahan, hingga menentukan titik konstruksi yang tepat.
Hingga pekerjaan memasuki sore hari, progres pembangunan baru mencapai sekitar 2 persen. Cuaca sempat menjadi tantangan di awal kegiatan, lantaran hujan turun cukup deras pada pagi hari. Namun setelah langit berangsur cerah, pekerjaan kembali berjalan lancar dan situasi di lokasi tetap aman terkendali.
Danramil 04/Babelan, Kapten Inf Windiarto, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Langkah ini diambil untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama di sektor infrastruktur.
“Kami bersama warga terus berupaya mempercepat pembangunan ini agar segera bisa dipakai. Gotong royong menjadi kunci agar setiap tahapan pekerjaan berjalan maksimal,” ujar Windiarto saat ditemui di lokasi.
Ia pun berharap cuaca ke depan lebih bersahabat. Hambatan cuaca seringkali menjadi kendala utama yang bisa memperlambat target penyelesaian. Jika kondisi mendukung, pembangunan bisa berjalan lebih cepat sesuai rencana.
“Kalau cuaca bagus, progres pasti akan naik signifikan. Manfaatnya pun bisa segera dirasakan oleh semua warga,” tambahnya.
Lebih dari sekadar jalan penghubung, keberadaan jembatan ini juga diharapkan bisa mengangkat perekonomian warga. Distribusi hasil pertanian yang lebih cepat dan efisien diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Babelan.(*)














