PMII DIY dan Istri Cak Imin Nyalakan Api Literasi Yogyakarta
YOGYAKARTA | KARONESIA.COM – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PC PMII DIY) bersama Hj. Rustini Muhaimin Iskandar menggelar Gerakan Literasi di MI YAPPI Balong, Yogyakarta, Kamis (28/5/2025). Sebanyak 152 siswa mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dengan penuh semangat.
Rustini Muhaimin Iskandar hadir langsung memimpin kegiatan itu. Ia merupakan Pembina Jendela Dunia Kita sekaligus istri Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin.



Melalui keterangannya, Jumat (29/5/2025), Rustini menegaskan pentingnya membangun kesadaran literasi sejak dini, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda Indonesia.
“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi bagaimana generasi muda mampu membuka wawasan, berpikir kritis, dan membangun masa depan bangsa dengan pengetahuan,” ujar Rustini di hadapan para peserta.
Gerakan ini menjadi bagian dari komitmen PC PMII DIY mendorong budaya membaca di tengah arus perkembangan teknologi yang kian pesat. Ketua PC PMII DIY, Moh. Faisal, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut.
Menurut Faisal, literasi merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi bangsa yang unggul, progresif, dan berdaya saing di tingkat global.
“PC PMII DIY siap mendukung dan mewujudkan harapan besar Hj. Rustini Muhaimin Iskandar dalam mencetak putra-putri bangsa yang melek literasi,” kata Faisal. “Gerakan ini harus menjadi langkah bersama dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih baik,” lanjutnya.
Suara serupa datang dari Ketua Korps Pergerakan Mahasiswi Islam Indonesia (KOPRI) PC PMII DIY, Ratna Tiara. Ia menekankan, gerakan literasi harus menjadi budaya yang dirawat secara berkelanjutan, terutama oleh kalangan perempuan muda.
“Perempuan muda hari ini harus hadir sebagai generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya melalui literasi. Dari membaca, lahir kesadaran; dari pengetahuan, lahir perubahan,” tutur Ratna.
Kegiatan ini dinilai strategis mengingat minat baca di Indonesia masih menjadi perhatian serius. Data UNESCO mencatat Indonesia berada pada posisi rendah dalam indeks minat baca dunia, sehingga gerakan akar rumput seperti ini memiliki nilai yang signifikan.
Melalui agenda tersebut, PC PMII DIY berharap semangat literasi terus tumbuh di kalangan pelajar dan berkembang menjadi gerakan kolektif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Tujuan akhirnya satu: mencetak generasi muda Indonesia yang cerdas, kritis, dan berkarakter.(*)













