Iklan Karonesia
Home » JPU Sebut Korupsi Chromebook Kejahatan Kerah Putih Luar Biasa

JPU Sebut Korupsi Chromebook Kejahatan Kerah Putih Luar Biasa

JPU Roy Riadi memberikan keterangan pers terkait sidang korupsi Chromebook Kemendikbudristek. Jaksa Penuntut Umum Roy Riadi memberikan keterangan kepada awak media usai persidangan perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook Kemendikbudristek di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/1/2026). (Sumber: Puspenkum Kejagung)

Jakarta (KARONESIA.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menegaskan bahwa kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Chromebook pada program Digitalisasi Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) merupakan kejahatan kerah putih (white collar crime) yang berdampak luar biasa pada sistem pendidikan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh JPU Roy Riadi usai persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (26/1). Dalam persidangan yang menghadirkan saksi Direktur SMA, Purwadi Sutanto, terungkap fakta mengenai pola kepemimpinan yang dinilai sangat eksklusif dan tertutup selama masa jabatan Terdakwa Nadiem Anwar Makarim dkk.

JPU Roy Riadi mengungkapkan keprihatinannya terhadap tata kelola kementerian dengan alokasi anggaran terbesar di Indonesia tersebut. Menurutnya, berbagai kebijakan strategis justru diambil tanpa melibatkan pejabat struktural yang kompeten, termasuk jajaran eselon satu dan direktur terkait.

Ia menyebut manajemen kementerian cenderung mengandalkan lingkaran terdekat menteri dibandingkan birokrasi resmi yang memahami teknis pendidikan.

Kondisi tersebut dilaporkan memicu kesenjangan komunikasi yang ekstrem di internal kementerian. JPU memaparkan bahwa pejabat setingkat direktur bahkan dikabarkan tidak pernah bertemu langsung maupun menerima evaluasi dari menterinya.

Pengabaian terhadap pakar dan pejabat berwenang ini dinilai telah mengakibatkan kerusakan sistem pendidikan nasional secara sistemik.

Lebih lanjut, JPU menyoroti dampak nyata dari pengelolaan yang buruk tersebut pada rendahnya kualitas literasi dan skor IQ rata-rata anak Indonesia yang kini berada di angka 78. Capaian ini menempatkan Indonesia pada posisi yang tertinggal dibandingkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

JPU menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya kepercayaan terhadap jajaran birokrasi internal agar tata kelola kementerian dapat berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.(*)

Karonesia Logo
Sumber: Puspenkum Kejagung
Editor: Lingga
Redaksi: KARONESIA.COM
Bagikan Artikel Ini
Bantu sebarkan informasi terpercaya dari karonesia.com.
Artikel ini telah tayang di Karonesia.com dengan judul "JPU Sebut Korupsi Chromebook Kejahatan Kerah Putih Luar Biasa"
Link: https://karonesia.com/hukum/jpu-sebut-korupsi-chromebook-kejahatan-kerah-putih-luar-biasa/