Monitoring Harga Sembako Dilakukan untuk Cegah Lonjakan
Tigaraksa | KARONESIA.COM – Babinsa Koramil 14/Panongan melakukan monitoring harga sembako di Pasar Tradisional Desa Rancaiyuh, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Jumat (3/4/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga sekaligus mencegah lonjakan yang dapat membebani masyarakat.
Pemantauan dilakukan langsung oleh Babinsa Koptu Yayan dengan menyasar pedagang dan distribusi barang kebutuhan pokok. Langkah ini dinilai penting untuk mengetahui kondisi riil harga di lapangan serta mendeteksi potensi gangguan pasokan sejak dini.
Selain memantau harga, Koptu Yayan juga berdialog dengan pedagang dan pengunjung pasar. Ia mengingatkan pedagang agar tidak menaikkan harga secara sepihak serta menjaga kejujuran dalam transaksi. Sementara itu, masyarakat diminta berbelanja sesuai kebutuhan guna menghindari kepanikan yang bisa memicu lonjakan harga.
Danramil 14/Panongan Kapten Arh Syahrial Siregar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas rutin aparat teritorial dalam menjaga stabilitas wilayah, khususnya di sektor ekonomi masyarakat.
“Kami akan terus memantau perkembangan harga bahan pokok di wilayah, sekaligus memastikan situasi pasar tetap aman dan tertib,” kata Syahrial dalam keterangannya.
Ia menambahkan, pengawasan ini juga berfungsi sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gejolak ekonomi, termasuk kemungkinan penimbunan barang oleh pihak tertentu. Karena itu, masyarakat diminta turut berperan menjaga stabilitas dengan tidak melakukan praktik yang merugikan.
Pemantauan harga di pasar tradisional dinilai menjadi salah satu indikator penting kondisi ekonomi masyarakat. Kenaikan harga yang tidak terkendali berpotensi menekan daya beli, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah.
Melalui kegiatan ini, aparat teritorial diharapkan mampu menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan distribusi serta harga kebutuhan pokok di tingkat lokal.(*)














