Amankan Wilayah, Koramil 09/Mauk Lakukan Patroli Rutin Menggunakan Kendaraan Taktis Maung
Tigaraksa | KARONESIA.COM – Kendaraan taktis Maung milik Koramil 09/Mauk, Kodim 0510/Tigaraksa melaju menyisir lima jalur strategis di wilayah Mauk, Jumat malam (10/4/2026). Sembilan personil dipimpin Peltu Dedy A turut mengawal patroli dengan empat sepeda motor KLX, memastikan tidak ada celah pengawasan yang terlewat.



Maung, kendaraan taktis yang lazim diasosiasikan dengan operasi militer — kali ini hadir di tengah jalan-jalan yang setiap hari dilintasi warga biasa. Mulai dari Jl. Raya Tanjung Kait, Jl. Otto Iskandar Dinata, Jl. Raden Mahmud, Jl. Ir. Sutami, hingga kawasan PLTU 3 Lontar, rute patroli dirancang menyentuh titik-titik yang dinilai rawan gangguan keamanan pada malam hari. Seluruh rute berangkat dari dan berakhir di Koramil 09/Mauk.
Kawasan PLTU 3 Lontar layak mendapat perhatian khusus dalam rute ini. Sebagai infrastruktur energi strategis nasional yang beroperasi di pesisir utara Tangerang, kehadiran aparat militer di sekitar area tersebut memiliki dimensi pengamanan yang melampaui sekadar ketertiban sipil biasa.
Tim patroli berkoordinasi penuh dengan aparat wilayah setempat, mengutamakan rute yang teridentifikasi rawan. Dokumentasi kegiatan turut dilakukan sebagai bagian dari sistem monitoring berkala yang dapat diverifikasi secara institusional.
“Patroli Maung kami lakukan untuk memastikan seluruh wilayah tetap aman dan kondusif, terutama pada malam hari,” ujar Peltu Dedy A, koordinator tim patroli. “Kami berharap warga merasa lebih tenang dan dapat melapor dengan mudah jika ada kejadian.”
Patroli malam berkendara seperti ini merupakan bagian dari strategi Kodim 0510/Tigaraksa membangun efek jera sekaligus mempertebal kepercayaan publik terhadap kehadiran aparat. Kombinasi kendaraan taktis dan motor lintas medan menciptakan pola patroli yang fleksibel mampu menjangkau jalur utama sekaligus gang-gang sempit yang tidak bisa ditembus satu jenis kendaraan saja.
Bagi warga Mauk yang beraktivitas di malam hari, deruman mesin Maung yang melintas bukan sekadar pemandangan melainkan sinyal bahwa wilayah mereka tidak luput dari perhatian negara.(*)













