Food Estate Festival Sajikan Tausiah dan Doa Untuk Palestina Serta Korban Banjir Aceh

Meulaboh, Karonesia.com – Food Estate Festival Korem 012/TU kembali menyelenggarakan acara keagamaan dalam bentuk tausiah atau ceramah agama oleh Tengku Masrul Aidi, Lc., MA, pada Jumat (24/11/2023) malam. Selain itu, acara zikir Rateb Siribe dan doa bersama dengan Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi juga dilaksanakan di lapangan Teuku Umar, Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat pada malam yang sama.

Acara tausiah tersebut diselenggarakan sekaligus sebagai doa bersama untuk Palestina dan juga banjir Aceh. Masyarakat dan hadirin yang ingin berpartisipasi dapat mengaksesnya melalui live streaming channel YouTube Penrem012 Teuku Umar.

Berbagai tamu undangan hadir dalam acara tersebut, seperti Danrem 012/TU Kolonel Inf Riyanto, S.I.P, Kasrem 012/TU, Dandim 0105/Abar, Rektor UTU, Wakil Rektor UTU 1-3, para Dekan Fakultas UTU, Ketua Stain Meulaboh, Wakil Ketua Stain 1-3, para Kepala Jurusan Stain, dan masyarakat Aceh Barat.

Dalam obrolan santai sebelum acara dimulai, Komandan Korem (Danrem) 012/TU, Kolonel Inf Riyanto, S.I.P, menegaskan pentingnya memperkuat iman dan takwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak berdoa untuk warga Palestina dan para korban banjir di Aceh.

Tengku Masrul Aidi, lulusan Mesir bergelar LC, memberikan ceramah agama yang mencengangkan selama kurang lebih 45 menit. Para hadirin begitu khusyuk dan meresapi setiap kata dalam ceramah agama yang tegas dan santun. Selain itu, ia juga menyajikan materi dengan humor ringan yang mampu mengekspresikan senyum dan tawa dari para hadirin.

Secara keseluruhan, acara ini memberikan pengalaman keagamaan yang mendalam, merangkul makna dengan kebijaksanaan, dan meninggalkan wawasan keilmuan bagi seluruh hadirin.

Kolonel Inf Riyanto juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke daerah-daerah yang terkena dampak banjir selama dua hari terakhir.

“Korem 012/TU melalui satuan jajaran Kodim dan Koramil terus memantau dan siaga serta membantu turun langsung di wilayah yang terdampak banjir.” jelasnya.

Ia menekankan bahwa tidak boleh ada korban jiwa serta kekurangan kebutuhan pokok menjadi hal yang utama dalam penanganan banjir di Aceh.

Menurut Danrem, Food Estate Festival yang diadakan tidak hanya untuk menampilkan aspek pertanian, seni budaya, dan hiburan, tetapi juga sebagai wadah kegiatan keagamaan, mempertebal iman, dan takwa masyarakat di bumi Teuku Umar yang menerapkan syariat Islam.(#)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *