Pangdam IV/Diponegoro Tinjau Kesiapan Yonif TP 450 dan 451 di Soloraya
SRAGEN, KARONESIA.COM – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., meninjau kesiapan operasional dan progres pembangunan infrastruktur Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 450/Karanganyar dan Yonif TP 451/Satria Mangkubumi Sragen, Kamis (16/7/2026). Kunjungan ini digelar untuk memastikan kesiapan sarana prasarana serta pembinaan personel di dua satuan baru tersebut.
Kunjungan pertama dilakukan di Marshaling Area Yonif TP 450/Karanganyar, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar. Pangdam meninjau pembangunan markas, tenda prajurit, dan dapur batalyon setelah menerima paparan dari Wadanyon TP 450 Kapten Inf Arif Dian Prasetya.

Peninjauan didampingi Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf. Muhammad Arry Yudistira, para Asisten Kasdam, serta Forkopimda Karanganyar dan Forkopimcam Kerjo.



Di hadapan ratusan prajurit, Achiruddin menegaskan Yonif Teritorial Pembangunan merupakan batalyon tempur yang harus memiliki kesiapsiagaan tinggi untuk operasi dan pertempuran, sekaligus mengemban tugas membantu pemerintah daerah dalam stabilitas keamanan, penanggulangan bencana, ketahanan pangan, dan pembangunan nasional.
Ia juga meminta prajurit muda menjaga integritas, bijak bermedia sosial, menjauhi judi online dan pinjaman online ilegal, serta tidak melakukan desersi maupun tindakan hukum tanpa tindakan indisipliner (THTI) dalam menyelesaikan masalah pribadi.

Rombongan kemudian bertolak menggunakan helikopter menuju Sragen dan disambut Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin. Peninjauan menyasar Marshaling Area di eks Pabrik Karet Kedawung PTPN I Regional 3 Batu Jamus Karanganyar, dilanjutkan ke Markas Komando Yonif 451/SM di Desa Katelan, Kecamatan Tangen.
Di hadapan 400 prajurit Yonif TP 451, Achiruddin memaparkan rencana pemerintah membentuk 750 batalyon serupa di seluruh Indonesia hingga 2029 sebagai tulang punggung kekuatan baru TNI AD.
Terkait fasilitas pangkalan yang masih dalam tahap pembangunan awal, ia meminta prajurit bersabar karena proyek tersebut menjadi prioritas pemerintah dan akan dilengkapi barak serta perumahan yang lebih baik.
Ia menutup kunjungan dengan menginstruksikan prajurit terus mengasah kemampuan menembak, beladiri, dan kebugaran fisik agar siap dikerahkan ke medan operasi kapan saja, serta menjaga nama baik institusi dan hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.
Pembangunan kedua satuan tersebut masih berlangsung dan menjadi bagian dari tahapan pembentukan 750 batalyon teritorial pembangunan yang ditargetkan rampung pada 2029.(*)













