Nobar Piala Dunia di Cimuning Jadi Ruang Dialog Warga dan Aparat Kewilayahan
KOTA BEKASI, KARONESIA.COM – Antusiasme warga Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, menyaksikan pertandingan perempat final Piala Dunia antara Prancis dan Maroko pada Jumat (10/7/2026) menghadirkan suasana meriah di Pos Kamling setempat.
Namun, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang menikmati pertandingan sepak bola. Di balik sorak sorai penonton, momen itu dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi antara masyarakat dengan aparat kewilayahan untuk membahas kondisi lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung di wilayah binaan Koramil 05/Bantar Gebang dihadiri warga bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Pertandingan menjadi titik temu yang mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana santai, sehingga komunikasi dapat berlangsung lebih terbuka dibandingkan pertemuan yang bersifat formal.
Di sela jalannya pertandingan, warga berdiskusi mengenai situasi keamanan, ketertiban masyarakat, serta perkembangan lingkungan. Berbagai informasi mengenai kondisi wilayah disampaikan secara langsung kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang hadir, sehingga aspirasi masyarakat dapat diterima tanpa sekat.
Model komunikasi seperti ini dinilai mampu memperkuat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat. Kehadiran aparat di tengah aktivitas warga tidak hanya menunjukkan kedekatan, tetapi juga membuka ruang dialog mengenai berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan sekitar.
Danramil 05/Bantar Gebang Mayor Inf Suranto, S.A.P., mengatakan kegiatan nonton bareng menjadi salah satu sarana membangun komunikasi yang positif dengan masyarakat.
”Melalui kegiatan nobar seperti ini, kami ingin menciptakan ruang kebersamaan yang positif. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi, memperkuat sinergi dengan aparat kewilayahan, serta membuka ruang komunikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan secara bersama-sama,” ujar Suranto.
Menurut dia, komunikasi yang terjalin dalam suasana yang lebih akrab dapat memperkuat hubungan antara masyarakat dengan aparat di wilayah. Dengan komunikasi yang terbangun secara berkelanjutan, berbagai persoalan di lingkungan dapat lebih cepat diketahui dan dikoordinasikan sesuai tugas masing-masing.
Suasana kebersamaan selama kegiatan juga terlihat dari antusiasme warga mengikuti pertandingan. Sorak sorai terdengar setiap kali kedua tim menciptakan peluang maupun gol. Meski demikian, perhatian warga tidak hanya tertuju pada pertandingan, tetapi juga pada pembahasan mengenai kondisi lingkungan yang mereka hadapi sehari-hari.
Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa ruang kebersamaan dapat dimanfaatkan untuk mempererat hubungan sosial sekaligus membangun komunikasi antara masyarakat dan aparat kewilayahan.



Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan warga, diharapkan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan terus terpelihara.
Kegiatan berakhir dalam suasana kondusif dengan harapan komunikasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kelurahan Cimuning.(*)













