Pangdam IV Diponegoro Kunjungi Kodim Kudus, Zero Accident
Kudus | KARONESIA.COM – Sebuah pesan tegas bergema di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0722/Kudus, Kamis (7/5/2026). Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., hadir langsung memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di satuan tersebut, membawa satu tekad, zero accident dan nol pelanggaran.
Kunjungan kerja itu bukan sekadar seremoni. Di hadapan jajaran Kodim 0722/Kudus, Achiruddin menegaskan bahwa era modernisasi alutsista yang kini tengah bergerak pesat di tiga matra ,yaitu darat, laut, dan udara, menuntut kesiapan prajurit yang bukan hanya prima secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan etika.
Prajurit Wajib Mahir Menembak dan Jaga Nama Baik
Pangdam menekankan tiga standar minimum yang wajib dimiliki setiap prajurit Diponegoro: kemahiran menembak, kondisi fisik prima, dan integritas dalam menjaga nama baik satuan di manapun mereka bertugas. Ketiga hal itu, menurut Achiruddin, adalah fondasi yang tidak bisa ditawar di tengah tuntutan profesionalisme TNI yang terus meningkat.
”Prajurit Diponegoro harus selalu siap sedia menjalankan tugas negara,” tegasnya, mengingatkan bahwa kepercayaan rakyat adalah amanah yang diemban setiap saat, bukan hanya saat berseragam.
Dukung Total Program Prioritas Pemerintah
Tak berhenti di sisi militer, Pangdam juga menggariskan sejumlah agenda sipil-militer yang wajib disukseskan secara total. Prajurit diminta aktif mendampingi program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mendukung pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), mengawal pendirian Sekolah Rakyat, hingga memastikan keamanan dan ketahanan proyek infrastruktur jembatan di wilayah masing-masing.
Di atas semua itu, swasembada pangan nasional menjadi agenda yang tak boleh luput dari perhatian. Achiruddin menegaskan, loyalitas kepada Presiden selaku Panglima Tertinggi TNI diwujudkan bukan hanya lewat sumpah, melainkan melalui aksi nyata di lapangan.
Zero Accident, Nol Pelanggaran
Momen paling dinantikan dalam pengarahan itu adalah saat Pangdam secara eksplisit mendeklarasikan target zero accident dan nol pelanggaran di seluruh wilayah Kodam IV/Diponegoro. Baginya, disiplin sejati bukan sekadar soal aturan melainkan soal mensyukuri profesi sebagai prajurit dengan cara menjauhi setiap perbuatan yang bisa mencoreng kehormatan satuan.
Gaya hidup sehat pun masuk dalam agenda pengarahan. Konsumsi nutrisi bergizi, istirahat cukup, dan olahraga teratur disebut sebagai pilar ketahanan prajurit yang kerap diabaikan namun krusial.
Membangun Kepercayaan Rakyat dari Hati
Pangdam juga mengingatkan pentingnya komunikasi sosial yang tulus dengan masyarakat. Prajurit diminta hadir bukan sebagai aparat yang menakutkan, melainkan sebagai mitra yang siap membantu kesulitan warga di sekitar pos dan markas mereka.
”Libatkan Tuhan dalam setiap langkah,” pesan Achiruddin menutup arahannya, sebuah kalimat sederhana namun sarat makna bagi ratusan prajurit yang hadir.
Usai pengarahan, rangkaian kunjungan berlanjut ke fasilitas milik PT Djarum Kudus. Pangdam beserta rombongan meninjau langsung proses produksi Sigaret Kretek Tangan (SKT) di kawasan Karangbener mempererat sinergi antara institusi militer dengan dunia industri yang menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Kudus.(*)
















