TNI Renovasi Panti dan Pulihkan Hak Anak di Ponorogo
Ponorogo | KARONESIA.COM – Mereka tumbuh, bermain, dan belajar. Tapi di atas kertas, mereka seolah tidak pernah lahir. Itulah kenyataan yang dihadapi puluhan anak di Panti Asuhan Kanzul Huda, Ponorogo. Tanpa akta kelahiran, pintu sekolah negeri, layanan kesehatan, dan bantuan sosial tertutup rapat bagi mereka.



Korem 081/DSJ tak tinggal diam, ratusan personel TNI tiba di Desa Gundik, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (9/5/2026). Mereka datang membawa dua misi yaitu, memperbaiki bangunan panti yang sudah lama lapuk, sekaligus membantu anak-anak itu mendapatkan akta kelahiran yang selama ini absen dari tangan mereka.
Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menegaskan, pengurusan akta bukan sekadar program sampingan.
”Tanpa dokumen kependudukan, anak-anak ini tidak bisa mengakses pendidikan, layanan kesehatan, maupun hak sipil lainnya secara penuh,” ujarnya.
Kondisi bangunan panti tak kalah memprihatinkan. Kamar tidur, dapur, teras, hingga kamar mandi sudah lama dalam kondisi tidak layak. Bertahun-tahun pengelola ingin memperbaiki, tapi dana tak pernah cukup.
Pimpinan Yayasan Kanzul Huda, Ahmad Faruq, tak kuasa menyembunyikan harunya saat prajurit TNI mulai mengangkat bata dan menambal atap yang bocor.
”Ini bukan soal tembok. Ini soal kelayakan hidup anak-anak yang sudah kehilangan banyak hal,” kata Ahmad Faruq.
Karya Bakti TNI kali ini melampaui kerja fisik biasa. Di Slahung hari itu, TNI tidak hanya membangun dinding, mereka membangun pengakuan bahwa setiap anak berhak dikenal oleh negaranya sendiri.
Korem 081/DSJ belum merinci jumlah anak yang akan dibantu, maupun instansi yang dilibatkan dalam proses pencatatan sipil tersebut. (red)













