Apel Pos PAM Balaraja, Petugas Diminta Utamakan Keselamatan
Tigaraksa (KARONESIA.COM) – Keselamatan petugas di lapangan menjadi sorotan dalam pengamanan arus mudik Lebaran 2026 di Kabupaten Tangerang. Babinsa Koramil 05/Balaraja memimpin apel gabungan di Pos Pengamanan Jalan Raya Serang, Desa Gembong, Selasa (24/3/2026), untuk memastikan seluruh personel siap menghadapi lonjakan kendaraan.
Apel ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga organisasi masyarakat. Mereka disiagakan untuk mengatur lalu lintas serta membantu kelancaran arus mudik dan arus balik yang diperkirakan meningkat signifikan.
Dalam arahannya, Sertu Nursit menekankan pentingnya kewaspadaan saat bertugas di lapangan. Ia mengingatkan bahwa risiko kecelakaan maupun kelelahan menjadi ancaman nyata bagi petugas yang bekerja di tengah padatnya arus kendaraan.
“Kehati-hatian itu penting, karena menyangkut keselamatan kita saat mengatur lalu lintas. Kesehatan juga harus dijaga, apalagi menghadapi Lebaran,” ujar Sertu Nursit di hadapan peserta apel.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan seluruh personel agar melayani masyarakat dengan sikap ramah dan penuh keikhlasan. Menurutnya, pengamanan mudik bukan sekadar tugas rutin, tetapi bagian dari operasi kemanusiaan yang berdampak langsung pada kenyamanan pemudik.
“Kita bertugas di sini penuh tantangan. Saat orang lain berkumpul dengan keluarga, kita justru di lapangan. Tapi semua ini untuk memastikan masyarakat bisa mudik dengan aman dan lancar,” tegasnya.
Di sisi lain, sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas lalu lintas. Babinsa menegaskan bahwa seluruh personel di Pos PAM berada dalam satu komando, sehingga koordinasi harus berjalan solid tanpa ego sektoral.
Ia juga menekankan bahwa kehadiran TNI dan unsur lainnya bersifat membantu tugas kepolisian sebagai penanggung jawab utama pengamanan. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat respons terhadap potensi gangguan di lapangan.
Yang lebih penting, keberhasilan pengamanan mudik tidak hanya bergantung pada petugas. Kesadaran pemudik untuk tertib berlalu lintas juga menjadi faktor penentu.
Arus mudik selalu membawa euforia. Namun di balik itu, risiko tetap mengintai. Karena itu, keselamatan, baik bagi petugas maupun masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.(*)











