Tangerang Selatan (KARONESIA.COM) – Dua faktor berbahaya tengah mengancam generasi muda di Tangerang Selatan: peredaran bebas tramadol dan kuatnya budaya senioritas di kalangan remaja.
Hal itu diungkap langsung oleh Ketua KBPP Polri Resort Kota Tangerang Selatan, Dimas Ringo, dalam kegiatan buka puasa bersama dan pembagian bingkisan Lebaran yang digelar di Ruko Prima, kawasan Otista Raya, Ciputat, Selasa sore (17/3/2025).
Pernyataan itu muncul tak lama setelah insiden tawuran remaja terjadi di salah satu wilayah Ciputat, yang langsung menjadi sorotan organisasi.

“Ada dua hal yang mendasari tawuran di kalangan remaja, maraknya peredaran tramadol dan masih kentalnya budaya senioritas. Inilah penyebab dominan meningkatnya aksi kekerasan itu,” tegas Dimas.
Ia menegaskan, KBPP Polri Resort Tangerang Selatan siap mendukung penuh langkah aparat kepolisian dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya selama bulan Ramadan.
Di lokasi yang sama, Pembina KBPP Polri, Ilham, mendorong seluruh anggota untuk bersinergi aktif dengan aparat keamanan demi menekan potensi tawuran sejak dini.
Ketua LBH Putra Bhayangkara, Rendy Syahputra, SH yang juga berprofesi sebagai advokat, turut angkat suara. Menurutnya, persoalan tawuran tak bisa dipisahkan dari lemahnya pengawasan terhadap peredaran obat keras di masyarakat.

“Pencegahan harus dilakukan secara kolaboratif antara masyarakat, aparat, dan lembaga terkait,” ujar Rendy.
Dimas mengingatkan bahwa dampak tawuran tidak hanya dirasakan korban langsung, tetapi mengancam rasa aman masyarakat secara luas. “Jika tidak ditangani serius, ini bisa berkembang menjadi masalah sosial yang jauh lebih besar,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa penindakan saja tidak cukup. Edukasi dan pengawasan ketat distribusi obat-obatan menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang.
Kegiatan buka puasa bersama dan pembagian bingkisan Lebaran ini sekaligus menjadi momentum penguatan solidaritas internal KBPP Polri Tangerang Selatan, mengingatkan seluruh anggota akan posisi strategis organisasi di tengah masyarakat.
Fenomena tawuran remaja di kawasan perkotaan seperti Tangerang Selatan dinilai kian mengkhawatirkan karena berkaitan erat dengan akses terhadap zat berbahaya dan lemahnya kontrol sosial di lingkungan.
Sejumlah kasus sebelumnya menunjukkan adanya korelasi langsung antara konsumsi obat keras dan peningkatan perilaku agresif pada remaja, sebuah tanda peringatan yang semestinya mendapat respons serius dari berbagai pihak.
Dengan langkah koordinasi yang diperkuat, KBPP Polri Tangerang Selatan menargetkan wilayah yang aman dan kondusif dapat terjaga, tidak hanya sepanjang Ramadan, tetapi juga jauh sesudahnya. (*)
Link: https://karonesia.com/daerah/tramadol-senioritas-tawuran-remaja-tangsel/

