Jakarta Timur (KARONESIA.COM) – Warga Ciracas, Jakarta Timur, mendapat pengamanan khusus pada waktu sahur setelah aparat TNI, Polri, dan unsur masyarakat menggelar patroli gabungan untuk mencegah tawuran remaja.
Kegiatan patroli sahur Ciracas ini menyasar jam rawan menjelang hingga sesudah sahur, waktu yang selama ini kerap diikuti aksi perkelahian kelompok remaja. Upaya tersebut penting karena gangguan keamanan pada dini hari langsung memengaruhi kenyamanan keluarga dan ketenangan ibadah Ramadan.
Koramil 03/Pasar Rebo-Ciracas memimpin kegiatan bersama Polsek Ciracas, Satpol PP kecamatan, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Linmas, serta warga setempat. Petugas memusatkan kegiatan di Pos Siskamling RT 006/RW 05 Kelurahan Susukan,Selasa dini hari (24/2/2026).
Batuud Koramil 03/Ps.Rebo-Ciracas Peltu Subiyanto mengatakan patroli dilakukan secara rutin sebagai pencegahan, bukan penindakan.
“Kami bersama unsur terkait dan warga meningkatkan patroli sebelum dan sesudah sahur untuk mencegah tawuran remaja. Tujuannya menjaga wilayah tetap aman dan kondusif,” kata Subiyanto.
Petugas menyusuri jalan lingkungan, memeriksa titik berkumpul remaja, dan menyapa warga yang berjaga. Pendekatan yang dipakai bersifat persuasif agar remaja tidak berkeliaran tanpa tujuan pada dini hari.
Menurut aparat setempat, potensi konflik biasanya muncul saat kelompok remaja berkumpul setelah membangunkan sahur atau bermain petasan. Kondisi tersebut sering memicu saling ejek hingga berujung bentrokan.
Karena itu, patroli tidak hanya menempatkan aparat berseragam. Warga juga dilibatkan dalam ronda lingkungan. Kehadiran masyarakat dianggap efektif karena mereka mengenal langsung anak-anak di wilayahnya.
Keterlibatan warga memberi dampak psikologis. Remaja cenderung mengurungkan niat ketika melihat tetangga sendiri ikut berjaga. Cara ini dinilai lebih efektif dibanding sekadar penindakan.
Selain patroli, petugas juga memberikan imbauan kepada orang tua agar mengawasi aktivitas anak pada malam hingga dini hari. Orang tua diminta memastikan anak pulang setelah kegiatan sahur dan tidak berkumpul tanpa pengawasan.
Aparat kecamatan menilai pola kolaborasi tiga pilar, TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi strategi pencegahan yang lebih berkelanjutan. Keamanan lingkungan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga kesadaran warga.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komunikasi antara aparat dan masyarakat. Warga dapat langsung melaporkan potensi gangguan keamanan, sementara petugas memperoleh informasi lapangan lebih cepat.
Koramil menegaskan patroli sahur akan terus dilakukan selama Ramadan untuk menjaga stabilitas wilayah. Dengan lingkungan aman, masyarakat dapat beraktivitas dan menjalankan ibadah tanpa rasa khawatir.(*)
Link: https://karonesia.com/nasional/patroli-sahur-ciracas-diperkuat-tni-polri-dan-warga/


