MADIUN, KARONESIA.COM | Di tengah hamparan sawah hijau Mataraman, Jawa Timur, pemandangan prajurit berseragam loreng bekerja bersama petani bukan lagi hal yang langka. Sosok Bintara Pembina Desa (Babinsa) kini menjadi bagian penting dari denyut kehidupan pertanian rakyat. Mereka tak hanya hadir sebagai pengayom, tapi juga motor penggerak ketahanan pangan di tingkat desa.
Kapenrem 081/DSJ, Mayor Inf Ismail, menjelaskan bahwa pendampingan Babinsa terhadap petani dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Babinsa mendampingi petani mulai dari penyiapan lahan, masa tanam, perawatan hingga panen. Bahkan mereka membantu proses penyerapan gabah bersama Bulog,” terangnya, Kamis (30/10/2025).

Lebih dari sekadar mengawal proses bercocok tanam, Babinsa juga turun tangan ketika petani mengalami kesulitan air. Mereka menjadi pelaksana aktif program pipanisasi dan pompanisasi yang digagas TNI Angkatan Darat bersama Kementerian Pertanian dan dinas terkait.
Langkah itu bukan semata proyek teknis, tapi bentuk nyata kepedulian terhadap keberlangsungan ekonomi desa.
Menurut Ismail, keberadaan Babinsa memuat makna sosial yang lebih dalam. “Mereka tidak hanya memberi bantuan fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa peduli, kebersamaan, dan memperkuat kemanunggalan antara TNI dan rakyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, komitmen itu menjadi manifestasi jati diri TNI yang lahir dari rakyat dan untuk rakyat. Dengan kedekatan dan respons cepat terhadap masalah di lapangan, Babinsa menjadi representasi TNI yang solutif, tangguh, dan humanis.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Babinsa bukan hanya membantu meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga menjaga keseimbangan sosial di pedesaan.
Sinergi TNI dan petani itulah yang menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya kemandirian pangan nasional serta kesejahteraan rakyat di wilayah Mataraman dan sekitarnya.(*)
Editor: Lingga
© KARONESIA 2025
Link: https://karonesia.com/update-news/babinsa-di-sawah-ketulusan-prajurit-tni-menguatkan-petani-mataraman/

