KARONESIA.COM | Jakarta Timur – Kepedulian terhadap ketahanan pangan dan pemenuhan gizi keluarga terus diperkuat lewat aksi nyata di lapangan. Babinsa Kelurahan Rawa Bunga, Peltu Didik dari Kodim 0505/Jakarta Timur, ikut langsung mendistribusikan makanan kering bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah RW 09 Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, Jumat (11/7/2025).
Distribusi dilakukan di Posyandu Wijayakusuma A, RW 09, dengan dukungan tim gabungan dari Satuan Pelaksana Program Pemberdayaan Gizi (SPPG) Jatinegara 03, Dapur Mandiri Mitra BGN, dan Yayasan Megaverse Infiniti Nusantara. Seluruh logistik makanan disiapkan oleh Dapur Mandiri di Jl. Basuki Rahmat No. 18, Balimester.
Sebanyak 102 porsi makanan dibagikan dalam tiga kategori penerima. Untuk balita, disiapkan 90 paket berisi susu Diamon, Oat Choco, dan jeruk segar. Lima ibu hamil menerima susu Prenagen dan buah, sementara tujuh ibu menyusui mendapat paket serupa.
Kepala SPPG Jatinegara 03, Marika Moniek, menegaskan pentingnya intervensi gizi bagi kelompok rentan, terutama anak-anak dan ibu dalam masa kehamilan atau menyusui. Ia menyebutkan bahwa kebutuhan gizi yang memadai di masa ini menentukan kualitas generasi mendatang.
“Kelompok ini butuh perhatian khusus. Gizi cukup bukan hanya soal makanan, tapi juga hak dasar untuk tumbuh sehat. Kita ingin mereka tidak tertinggal sejak awal kehidupan,” ujar Marika saat ditemui usai kegiatan.
Babinsa Peltu Didik menambahkan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan sosial seperti ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut TNI tak hanya bertugas menjaga wilayah, tapi juga menjadi mitra aktif dalam isu sosial dan kemanusiaan.
“Kami ingin hadir langsung, bukan hanya melihat. Gizi keluarga adalah pondasi ketahanan masyarakat. Kalau sehat, keluarga bisa berdaya,” kata Peltu Didik.
Ia juga mengajak warga untuk mendukung program-program berbasis komunitas yang fokus pada kesehatan, pendidikan, dan ketahanan pangan. Menurutnya, sinergi lintas sektor adalah kunci dalam membangun masyarakat yang kuat dan mandiri.
Respon warga pun positif. Seorang ibu penerima bantuan, Yanti (31), menyebut kegiatan ini sangat membantu, terutama bagi warga yang masih kesulitan membeli makanan bergizi karena tekanan ekonomi pasca-pandemi.
“Susu itu mahal, apalagi buah-buahan. Bantuan ini bikin kami senang, anak-anak juga jadi semangat makan,” ucapnya sambil tersenyum.
Kegiatan berjalan tertib, cepat, dan penuh interaksi hangat antara aparat, relawan, dan warga. Distribusi dilakukan dengan sistem antre teratur dan pencatatan nama penerima oleh petugas posyandu setempat.
Langkah kecil ini diyakini punya dampak besar. Ketika gizi anak dan ibu terpenuhi, kualitas hidup masyarakat ikut meningkat. Dan di balik distribusi sederhana ini, ada kerja sama kuat antara aparat, lembaga sosial, dan masyarakat.
Dari Jatinegara, pesan kuat diluncurkan: ketahanan bangsa dimulai dari piring makan di rumah. Dan TNI, tanpa senjata, ikut memperjuangkannya lewat tangan-tangan yang peduli.
Editor: Lingga
Copyright © KARONESIA 2025