KARONESIA.COM | Kota Bekasi – Kepedulian terhadap keamanan dan keharmonisan sosial tak hanya menyasar lingkungan rumah tangga atau pemukiman padat penduduk. Di balik hiruk-pikuk keseharian di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bantargebang, kehadiran Babinsa Cikiwul menjadi pengingat pentingnya peran semua elemen masyarakat, termasuk para pemulung, dalam menjaga stabilitas lingkungan.
Serda Samingun, Babinsa Kelurahan Cikiwul, Koramil 05/Bantargebang Kodim 0507/Bekasi, turun langsung menyapa para pemulung melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos), Kamis pagi (20/06/2025), di Warung Pak Harjo, RT 04 RW 04, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang.
Dalam suasana akrab, Serda Samingun mengajak warga binaannya berdialog tentang pentingnya keamanan, keteraturan, dan silaturahmi yang kuat antarwarga. “Kami ingin semua warga merasa dilibatkan dan dihargai. Pemulung juga bagian dari masyarakat yang memiliki peran dalam menjaga ketertiban,” ucap Samingun.
Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan yang damai bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah untuk mendengar aspirasi dan keluhan masyarakat akar rumput yang kerap luput dari perhatian.
Bapak Opung, selaku pengawas pemulung RW 04 yang turut hadir, menyambut baik inisiatif tersebut. “Kehadiran Babinsa memberi kami rasa aman. Kami jadi lebih paham bagaimana hidup berdampingan dengan tertib,” katanya.
Danramil 05/Bantargebang, Mayor Inf Suranto, menjelaskan bahwa komsos merupakan bagian dari strategi pembinaan teritorial TNI Angkatan Darat untuk menciptakan harmoni sosial. “Kami mendorong para Babinsa agar aktif berinteraksi, membangun dialog, dan menjadi bagian dari solusi,” ujar Mayor Suranto.
Masyarakat yang hadir pun merasakan dampak positif. Seorang warga yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung mengatakan bahwa kedekatan TNI dengan warga seperti dirinya membuatnya lebih percaya diri. “Kami senang diperhatikan, ini jadi semangat untuk jaga lingkungan,” katanya.
Langkah ini memperlihatkan bahwa pendekatan dialogis dan empati dari aparat bisa menjadi jembatan efektif antara negara dan rakyatnya, bahkan di sudut-sudut kota yang kerap terpinggirkan.
Editor: Lingga
Copyright © KARONESIA 2025