Serang, Banten (KARONESIA.COM) — Sebuah organisasi tidak mati ketika kehilangan pemimpinnya. Ia mati ketika kadernya berhenti peduli. Dan Sabtu (7/3/2026), Pemuda Pancasila Kota Tangerang Selatan membuktikan mereka masih sangat peduli.
Ratusan kader dari seluruh anak cabang dan ranting se-Kota Tangerang Selatan memadati Kantor Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Provinsi Banten di Kota Serang. Mereka datang untuk satu tujuan: mengakhiri kekosongan kepemimpinan yang terjadi setelah ketua sebelumnya berpulang ke rahmatullah, dan memastikan roda organisasi kembali berputar.
Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) bukan agenda rutin. Ia digelar dalam kondisi darurat, ketika sebuah organisasi besar harus segera memilih arah sebelum kehilangan momentum. Dan di sinilah ujian sesungguhnya dimulai.

Ketua Panitia Pelaksana, Ukha, tidak menyembunyikan beratnya proses yang dilalui. Persiapan selama dua bulan diwarnai perbedaan, perdebatan, bahkan ketegangan yang sempat menguji soliditas kader dari dalam.
“Dua bulan persiapan terasa seperti dua tahun. Ada lelah, ada haru, ada perbedaan yang sempat menguji. Tapi hari ini kami buktikan: kami bisa bersatu,” ujarnya.
Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Banten, Johan Arifin Muba, hadir langsung dan tidak datang sekadar untuk menyaksikan. Ia datang untuk mengingatkan bahwa organisasi sebesar Pemuda Pancasila tidak boleh dirobohkan oleh tangannya sendiri.

“Kader sejati sibuk membesarkan organisasi, bukan merobohkannya dari dalam,” tegasnya, singkat namun menghunjam.
Muscablub kemudian menghasilkan keputusan yang tak terbantahkan. Kian Maulana dikukuhkan sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Tangerang Selatan periode 2026–2027. Namun yang lebih penting dari siapa yang terpilih adalah apa yang langsung ia ucapkan.
“Jangan tanya siapa nahkodanya, tapi tanya kemana kapal ini akan berlabuh. Kapal ini akan berlabuh di hati masyarakat Tangerang Selatan. Kami tidak butuh kursi, kami tidak butuh pujian. Yang kami butuh adalah kontribusi nyata,” ujar Kian di hadapan ratusan kader.
Bukan retorika kosong. Kian langsung merinci tiga prioritas: penguatan bidang sosial, ketahanan pangan, dan pemberdayaan pemuda. Ia ingin nama Pemuda Pancasila Tangsel tidak sekadar disebut dalam rapat, tetapi benar-benar terasa di tengah kehidupan warga.
Muscablub ini bukan sekadar suksesi kepemimpinan. Ini adalah pernyataan resmi bahwa Pemuda Pancasila Kota Tangerang Selatan belum selesai dan baru saja memulai babak yang jauh lebih penting. (*)
Penulis: Ahm
Diterbitkan: Sabtu, 7 Maret 2026
Link: https://karonesia.com/ragam/nahkoda-baru-pemuda-pancasila-tangsel-kian-maulana-janji-kerja-nyata/

