Iklan Karonesia
Home » Berita » FKPPI PC 2708 Tangsel Gerakkan Anggota Olah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

FKPPI PC 2708 Tangsel Gerakkan Anggota Olah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Proses memasukkan sampah daun ke mesin pencacah kompos di Tangerang Selatan Ketua FKPPI PC 2708 Tangsel Agus Asnawi memasukkan sampah daun ke mesin pencacah saat proses pembuatan kompos di Rimbun Camping, Serpong, Tangerang Selatan. (Foto:KARONESIA/Dok)

Tangerang Selatan (KARONESIA.COM) – Upaya mengurangi sampah rumah tangga di Kota Tangerang Selatan mulai melibatkan gerakan komunitas setelah pengolahan limbah organik menjadi kompos di tingkat warga menunjukkan hasil di lingkungan permukiman.

Di kawasan Rimbun Camping, Serpong, sisa makanan dan dedaunan yang sebelumnya menumpuk di tempat penampungan sementara kini dipilah dan diolah. Sampah organik dimasukkan ke mesin pencacah, kemudian difermentasi hingga berubah menjadi pupuk kompos.

Diskusi pengolahan sampah komunitas bersama FKPPI di lokasi kompos Tangerang Selatan
Pengurus FKPPI Kota Tangerang Selatan berdialog dengan pengelola pengolahan sampah komunitas di Rimbun Camping, Serpong. (Foto:KARONESIA/Dok)

Pengelola lokasi sekaligus pemilik mesin pencacah, Gusri, mengatakan pengolahan sejak sumbernya menjadi kunci pengurangan sampah. Menurut dia, sebagian besar volume sampah rumah tangga sebenarnya berasal dari limbah organik.

“Kalau hanya mengandalkan pengangkutan ke TPA tidak akan selesai. Kita selesaikan di lingkungan dulu, minimal sampah basahnya tidak menumpuk,” ujar pria yang akrab disapa Bang Gusri itu, Minggu (15/2/2026).

Proses pengamatan tumpukan kompos hasil pengolahan sampah organik di Tangerang Selatan
Sejumlah Pengurus FKPPI PC 2708 Tangsel meninjau hasil pengolahan sampah organik menjadi kompos di Rimbun Camping, Serpong, Tangerang Selatan. (Foto:KARONESIA/Dok)

Ia menjelaskan kompos yang dihasilkan telah dimanfaatkan warga untuk tanaman pekarangan. Sebagian dijual dalam skala kecil untuk menutup biaya operasional pengolahan.

Ketua FKPPI PC 2708 Kota Tangerang Selatan Agus Asnawi yang meninjau lokasi menilai praktik tersebut bisa menjadi pola penanganan sampah berbasis masyarakat. Organisasi, kata dia, akan menggerakkan anggota agar terlibat langsung dalam pengolahan sampah di lingkungan masing-masing.

“Ke depan anggota kami ikut memilah dan mengolah sampah sehingga memiliki nilai ekonomi, sekaligus membantu pemerintah daerah mengurangi volume sampah,” katanya.

Ia mengatakan rencana itu merupakan tindak lanjut hasil retret organisasi sebulan lalu serta masukan para senior FKPPI dalam konsolidasi internal. FKPPI akan mendorong terbentuknya titik-titik pengolahan sampah komunitas di sejumlah wilayah.

Menurut dia, persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan dengan penambahan tempat pembuangan akhir. Partisipasi masyarakat diperlukan agar limbah berkurang sebelum masuk sistem pengangkutan kota.

FKPPI PC 2708 Tangsel berharap model pengolahan tersebut diperluas karena selain membuat lingkungan lebih bersih juga membuka peluang usaha kecil berbasis lingkungan melalui penjualan kompos.(*)

Karonesia Logo
Editor: Lingga
Redaksi: KARONESIA.COM
Bagikan Artikel Ini
Bantu sebarkan informasi terpercaya dari karonesia.com.
Artikel ini telah tayang di Karonesia.com dengan judul "FKPPI PC 2708 Tangsel Gerakkan Anggota Olah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi"
Link: https://karonesia.com/ragam/fkppi-pc-2708-tangsel-gerakkan-anggota-olah-sampah-jadi-bernilai-ekonomi/