Rusia dan Ukraina Sepakat Gencatan Senjata di Laut Hitam

“Gencatan senjata ini adalah langkah ke arah yang benar.” – Volodymyr Zelensky

compressed_karonesia (39)
Avatar Adm

Editor: Tim Redaksi
Copyright © KARONESIA 2025

Jakarta (KARONESIA.COM) – Rusia dan Ukraina menyepakati gencatan senjata di Laut Hitam dalam perjanjian terpisah dengan Amerika Serikat setelah perundingan damai selama tiga hari di Arab Saudi. Kesepakatan ini diumumkan setelah pertemuan yang difasilitasi oleh Washington.

Gedung Putih menyatakan bahwa semua pihak akan terus bekerja menuju “perdamaian yang tahan lama” dan perjanjian ini akan membuka kembali jalur perdagangan penting di wilayah tersebut. Selain itu, kedua negara juga berkomitmen mengembangkan langkah-langkah untuk melaksanakan larangan serangan terhadap infrastruktur energi masing-masing.

Namun, Rusia menegaskan bahwa gencatan senjata baru akan berlaku jika sanksi terhadap perdagangan pangan dan pupuknya dicabut.

Syarat dari Rusia
Kremlin menegaskan bahwa kesepakatan ini tidak akan berlaku sebelum bank-bank Rusia kembali terhubung dengan sistem pembayaran Swift, serta sebelum pencabutan pembatasan terhadap kapal berbendera Rusia yang terlibat dalam perdagangan pangan. Moskow juga menuntut pencabutan larangan pengiriman alat pertanian dan barang lain yang diperlukan untuk produksi pangan.

Baca Juga :  Dialog Trump, Putin, dan Zelenskiy Buka Peluang Akhiri Konflik Berdarah di Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyambut baik kesepakatan ini, tetapi mengingatkan masih terlalu dini untuk menyatakan keberhasilannya.

“Ini langkah yang benar, tetapi masih terlalu awal untuk mengatakan apakah akan berjalan efektif,” ujar Zelensky dalam konferensi pers di Kyiv, seperti dikutip BBC, Rabu (26/03/2025).

Ia juga menegaskan bahwa Ukraina akan terus mendorong sanksi tambahan terhadap Rusia dan meminta dukungan militer lebih besar dari AS jika Moskow melanggar komitmennya.

AS Beri Sinyal Tinjau Sanksi
Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan berbagai opsi terkait sanksi terhadap Rusia.

“Kami sedang memikirkan semuanya sekarang. Kami melihat berbagai kemungkinan,” kata Trump kepada wartawan.

Baca Juga :  Ketum IMO Indonesia Yakub F. Ismail: Meningkatnya Dinamika Positif Pilgub Banten 2024

Dalam laporan BBC, Gedung Putih menyebut AS akan membantu mengembalikan akses Rusia ke pasar global untuk ekspor pangan dan pupuk. Namun, belum ada kejelasan kapan kesepakatan ini akan berlaku.

Pengawasan Pihak Ketiga
Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umerov menyebut negara ketiga dapat dilibatkan dalam pengawasan perjanjian ini.

Ia juga memperingatkan bahwa pergerakan kapal perang Rusia di luar bagian timur Laut Hitam akan dianggap sebagai pelanggaran dan ancaman bagi keamanan nasional Ukraina.

“Dalam hal ini, Ukraina berhak penuh untuk membela diri,” tegasnya.

Kesepakatan serupa sebelumnya pernah dicapai pada 2022 untuk menjamin keselamatan kapal dagang yang melintasi Laut Hitam. Namun, Rusia menarik diri dari perjanjian tersebut pada Juli 2023 dengan alasan beberapa klausul tidak dipenuhi.

Baca Juga :  Kasdim 0510/Tigaraksa Pimpin Apel Siaga 1 Pengumuman Hasil Pemilu 2024

Selain kesepakatan gencatan senjata, kedua negara juga berkomitmen untuk tidak menyerang infrastruktur energi satu sama lain. Serangan Rusia terhadap jaringan listrik Ukraina telah menyebabkan pemadaman besar-besaran selama perang berlangsung.

Laporan BBC juga menyebut bahwa Rusia kembali melancarkan serangan rudal ke Ukraina timur laut, menyebabkan lebih dari 100 orang terluka di Sumy. Sementara itu, Kyiv melaporkan telah melancarkan serangan udara ke infrastruktur militer di Kursk, Rusia, yang menewaskan sekitar 30 tentara Rusia.(#)

error: Content is protected !!