Jakarta, (KARONESIA.com) – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) memperkuat sinergi internasional melalui audiensi strategis dengan Central Narcotics Bureau (CNB) Singapura, Selasa (20/1/2026). Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, bertemu langsung dengan Direktur CNB Singapura, Sebastian Tan, guna membahas langkah-langkah konkret dalam menghadapi ancaman peredaran gelap narkoba lintas batas yang semakin kompleks di kawasan ASEAN.
Dalam pertemuan tersebut, Suyudi menyoroti tantangan serupa yang dihadapi kedua negara, terutama dampak rembesan atau spillover effect dari kawasan Golden Triangle.
Masifnya produksi metamfetamina di wilayah utara memaksa kedua lembaga untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat keamanan Singapura dan Indonesia saling berkaitan erat.

Berdasarkan data nasional tahun 2025, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia telah menyentuh 2,11 persen atau mencakup sekitar 4,1 juta jiwa penduduk usia produktif.
Salah satu fokus utama pembahasan adalah pergeseran modus operandi ke arah New Psychoactive Substances (NPS). BNN mendeteksi tren penggunaan etomidate yang dicampurkan ke dalam cairan vape, sebuah modus yang sulit terdeteksi dan mulai populer di kalangan remaja.
Merespons hal ini, Pemerintah Indonesia telah menetapkan etomidate sebagai narkotika golongan II untuk memperkuat penegakan hukum dengan prinsip toleransi nol (zero tolerance).
Selain pengawasan di Selat Malaka dan Selat Singapura, BNN mengusulkan penguatan kerja sama di bidang investigasi finansial. Kolaborasi dalam pelacakan aset dan penanganan tindak pidana pencucian uang menjadi prioritas untuk memutus rantai ekonomi sindikat narkoba.
Kedua pihak sepakat untuk mengintensifkan pertukaran intelijen secara real-time, khususnya terkait pergerakan Daftar Pencarian Orang (DPO) demi menjaga stabilitas keamanan kawasan dari ancaman kejahatan terorganisir lintas negara.(*)
Link: https://karonesia.com/internasional/bnn-dan-cnb-singapura-perkuat-kolaborasi-berantas-narkoba-lintas-negara/

