KARONESI.COM | Jakarta – Kolaborasi lintas instansi kembali membuahkan hasil dalam pengungkapan jaringan narkotika berskala besar. Dalam periode April hingga Juni 2025, Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil mengungkap 172 kasus narkotika dengan total barang bukti hampir 684 kilogram berbagai jenis narkoba.
Dari pengungkapan tersebut, 285 tersangka diamankan. Yang mencengangkan, sebanyak 29 di antaranya adalah perempuan. Temuan ini memunculkan kekhawatiran baru tentang peran aktif perempuan dalam sindikat narkotika yang semakin terorganisir.
“Perempuan tidak lagi hanya korban. Mereka kini terlibat sebagai kurir, perekrut, hingga pengendali distribusi,” ujar juru bicara BNN dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (23/06/2025).
BNN menyoroti bahwa perempuan, terutama ibu rumah tangga dari kelompok rentan secara ekonomi, kerap dijadikan ‘pion’ oleh sindikat. Mereka direkrut dengan janji imbalan besar, dan dianggap ‘aman’ karena jarang dicurigai aparat.
Contoh nyata terungkap di Sumatera Barat dan Kalimantan Timur. Lima dari delapan tersangka yang ditangkap adalah perempuan. Salah satunya berinisial AL (42), residivis narkotika yang tengah menjalani masa bebas bersyarat. Ia diduga merekrut tetangganya sebagai kurir, memanfaatkan hubungan sosial dan kondisi ekonomi mereka.
Keempat kurir perempuan itu membawa sekitar 3.000 gram sabu yang disembunyikan di antara paha bagian dalam. Mereka digerakkan oleh motif ekonomi, namun strategi penyamaran yang dipakai menandakan keterlibatan mereka dalam skema kejahatan yang lebih besar.
BNN juga mengungkap dua kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai lebih dari Rp26 miliar. Hal ini menunjukkan betapa terstruktur dan profesional jaringan narkotika saat ini.
Menurut BNN, barang bukti yang disita dapat mencegah potensi penyalahgunaan narkotika oleh lebih dari 1,3 juta orang. “Ini bukan sekadar angka, ini adalah nyawa yang berhasil kita selamatkan,” tegas juru bicara BNN.
BNN menegaskan bahwa penanggulangan narkotika harus melibatkan seluruh elemen bangsa. Perlindungan terhadap perempuan menjadi kunci penting dalam strategi pencegahan. “Perempuan adalah pilar keluarga. Jika mereka jatuh, generasi ikut terguncang,” tegasnya.
Pemerintah berharap sinergi antar lembaga penegak hukum dan masyarakat dapat mempersempit ruang gerak sindikat. Edukasi, pemberdayaan ekonomi, dan pelibatan perempuan dalam program pencegahan menjadi langkah strategis jangka panjang.
Dengan kolaborasi yang konsisten, Indonesia diyakini bisa menekan laju peredaran narkotika dan menyelamatkan generasi masa depan dari ancaman zat terlarang.
Editor: Lingga
Copyright © KARONESIA 2025