JAKARTA (KARONESIA.COM) – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan Virus Nipah, meskipun hingga kini belum ditemukan kasus terkonfirmasi pada manusia di Indonesia.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kemenkes Murti Utami mengatakan kewaspadaan dini perlu diperkuat mengingat posisi geografis Indonesia yang berdekatan dengan sejumlah negara yang pernah melaporkan kejadian luar biasa (KLB) Virus Nipah.
“Mobilitas manusia yang tinggi serta kedekatan wilayah dengan negara terdampak membuat kesiapsiagaan tidak boleh diabaikan,” kata Murti Utami dalam keterangannya.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik yang secara alami berinang pada kelelawar buah jenis Pteropus dan dapat menular ke manusia melalui hewan perantara seperti babi, maupun melalui konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Ia menjelaskan sejumlah penelitian di Indonesia telah mendeteksi keberadaan virus tersebut pada populasi kelelawar buah di beberapa wilayah, sehingga potensi penularan tetap perlu diantisipasi meski belum ada kasus pada manusia.
Manifestasi klinis Virus Nipah bervariasi, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut ringan hingga ensefalitis atau peradangan otak yang dapat berakibat fatal. Selain penularan dari hewan ke manusia, virus ini juga dilaporkan dapat menyebar antarmanusia melalui kontak erat dengan penderita.
Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes telah menginstruksikan seluruh dinas kesehatan daerah untuk memperketat pemantauan tren penyakit dengan gejala menyerupai meningitis maupun pneumonia guna memastikan deteksi dan respons dini.
Murti juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan kewaspadaan dalam konsumsi pangan, khususnya produk hasil alam seperti nira atau air aren. Ia menegaskan masyarakat tidak dianjurkan meminum nira secara langsung dari pohon karena berisiko terkontaminasi oleh kelelawar pada malam hari.
“Pastikan nira dimasak hingga mendidih sebelum dikonsumsi, serta biasakan mencuci dan mengupas buah dengan bersih,” ujarnya.
Kewaspadaan tersebut dinilai semakin relevan menyusul laporan kasus terbaru Virus Nipah di India pada akhir Januari 2026, yang melibatkan tenaga kesehatan di negara bagian West Bengal.
Kemenkes menegaskan pemerintah terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor, namun peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keamanan pangan menjadi kunci utama mencegah masuknya Virus Nipah ke Indonesia.(*)
Link: https://karonesia.com/health/kemenkes-minta-daerah-waspadai-risiko-penularan-virus-nipah/

