Editor: Lingga | @KARONESIA.COM
Tangerang Selatan, KARONESIA.com | Upaya mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas kembali mengemuka di Kota Tangerang Selatan. Melalui penguatan konsep UMKM modern, para pelaku usaha didorong beradaptasi dengan teknologi, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor guna membangun fondasi ekonomi lokal yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
UMKM selama ini menjadi lokomotif penting perekonomian masyarakat. Namun, perubahan pola konsumsi, standar kualitas produk, hingga persaingan pasar yang semakin ketat menuntut pelaku UMKM tidak lagi bertahan dengan cara konvensional.
UMKM modern dipahami sebagai usaha yang mampu mengintegrasikan teknologi digital, manajemen yang rapi, serta inovasi produk untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Founder Gerai Lengkong, Bunda Lista, menekankan pentingnya konsistensi dan keyakinan dalam berusaha. Menurut dia, adaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi keharusan, termasuk dalam membangun citra dan standar produk.
“Branding image produk UMKM harus disiapkan sejak awal agar bisa diterima pasar regional, nasional, bahkan internasional. Ini menjadi nilai tambah yang berdampak langsung pada keuntungan finansial pelaku usaha,” ujarnya dalam diskusi yang dimoderatori Mpok Novi di hadapan anggota Historia Tangsel, Minggu (14/12/2025).
Menurutnya, manfaat transformasi menuju UMKM modern dinilai signifikan. Selain meningkatkan efisiensi dan produktivitas, inovasi juga berkontribusi pada kualitas produk dan layanan. “Dengan dukungan teknologi informasi dan pemasaran digital, jangkauan pasar UMKM semakin luas, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.” Urainya.
Perspektif kolaborasi menjadi sorotan penting dalam diskusi tersebut, salah satunya dari PIC Historia Tangsel, Rahmat Daeng yang mencontohkan riset hilirisasi industri lele yang tengah dikembangkan bersama mitra akademik dan industri.
“Riset itu bertujuan menghadirkan beragam produk olahan lele bernilai tambah tanpa mengurangi kandungan gizi, seperti Omega 3.” jelasnya.
Ia menambahkan, sejumlah produk yang sedang dikembangkan antara lain Rogule (roti gulung lele), Bole (bolu lele), Stikles (steak lele pedas), Nule (nugget lele), Ale (abon lele), Keler (keripik lele renyah), Bakso BL (bakso bola lele), hingga Satule (sambal tulang lele).
“Produk-produk tersebut diproyeksikan memasuki tahap produksi massal pada awal 2026 melalui kerja sama Universitas Pradita, Satupam, dan mitra terkait.”katanya.
Dukungan juga datang dari pemerhati Historia Tangsel, Bang Ilham, yang menilai perlu adanya perhatian khusus bagi pengusaha UMKM Tangerang Selatan. Ia menegaskan penguatan UMKM akan menciptakan lokomotif ekonomi baru yang mendorong kesejahteraan masyarakat secara luas.
Hal senada, dijelaskan, Ketua Umum Yayasan Historia Tangsel, Agam Pamungkas Lubah, yang menyimpulkan bahwa kolaborasi aktif seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci. Pemerintah kota diharapkan hadir lebih konkret dalam mendampingi UMKM, terutama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan usaha produktif.
“Harapan dan daya juang harus dimiliki setiap pelaku UMKM, karena dunia usaha ini dinamis dan penuh persaingan,” ujarnya.
Dengan dukungan konsumen, promosi publik, serta kebijakan yang tepat, UMKM modern dinilai mampu menjadi fondasi ekonomi lokal yang kuat dan berdaya saing tinggi. (*)
Bagikan artikel ini untuk menyebarkan informasi terpercaya dari karonesia.com.
Artikel ini telah tayang di Karonesia.com dengan judul "UMKM Modern Tangsel: Teknologi, Konsistensi, dan Kolaborasi Jadi Penentu"
Link: https://karonesia.com/ekonomi/umkm-modern-tangsel-teknologi-konsistensi-dan-kolaborasi-jadi-penentu/
Link: https://karonesia.com/ekonomi/umkm-modern-tangsel-teknologi-konsistensi-dan-kolaborasi-jadi-penentu/

