Tangerang Selatan (KARONESIA.COM) – Komunitas Gerbang Historia Kota Tangerang Selatan menggelar panen raya ikan lele hasil budidaya mandiri di kawasan kolam perikanan setempat, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian penguatan ekonomi anggota sekaligus mendorong usaha kerakyatan di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
Ketua Gerbang Historia Tangsel Daeng Rahmat mengatakan budidaya perikanan dilakukan secara gotong royong dengan memanfaatkan pekarangan dan lahan sempit yang diolah menjadi kolam terpal. Menurutnya, langkah tersebut membuktikan kegiatan produktif tetap dapat berjalan di wilayah urban.

Ia menjelaskan sebagian hasil panen dibagikan kepada anggota untuk kebutuhan konsumsi keluarga, sementara sisanya dipasarkan kepada masyarakat guna menjaga perputaran usaha, termasuk pembelian bibit dan pakan.
“Harapan kami kegiatan sederhana ini bisa memberi manfaat nyata bagi anggota dan lingkungan sekitar,” ujar Daeng Rahmat di lokasi panen.
Dalam panen kali ini, ukuran ikan ditargetkan sekitar 6–7 ekor per kilogram. Anggota komunitas turun langsung ke kolam, mengangkat ikan menggunakan jaring dan wadah plastik, lalu memilah hasil sebelum dibagikan.

Kegiatan tersebut juga melibatkan relawan setempat. Anak-anak warga tampak menyaksikan proses panen, sehingga selain bernilai ekonomi, kegiatan ini menjadi sarana edukasi mengenai sumber pangan dan usaha mandiri keluarga.
Menurut Daeng, perikanan skala kecil di lingkungan padat penduduk dapat berdampak positif bagi ketahanan pangan rumah tangga. Model serupa, kata dia, juga bisa diterapkan melalui pertanian pekarangan dan peternakan sederhana seperti ayam atau bebek yang tidak membutuhkan lahan luas.
Di wilayah perkotaan seperti Tangerang Selatan, pemanfaatan lahan terbatas dinilai mampu mengurangi pengeluaran keluarga, membuka peluang usaha mikro, serta memperkuat interaksi sosial warga. Selain itu, kegiatan produktif lingkungan membantu menjaga kebersihan area sekitar karena warga lebih peduli terhadap kondisi air dan sanitasi.
Ia berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan berperan aktif melalui pelatihan teknis, penyediaan bibit, pendampingan usaha, serta akses pemasaran bagi kelompok masyarakat.
Menurutnya, dukungan pemerintah penting agar kegiatan perikanan, pertanian, dan peternakan skala kecil berkembang menjadi usaha berkelanjutan. Pendampingan tersebut dinilai dapat membantu masyarakat meningkatkan keterampilan budidaya, menjaga kualitas produksi, dan memperluas jaringan penjualan.
Dengan kolaborasi antara komunitas dan pemerintah daerah, Daeng menilai potensi ekonomi lokal dapat tumbuh sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat perkotaan.(*)
Link: https://karonesia.com/ekonomi/panen-lele-swakelola-gerbang-historia-tangsel-perkuat-usaha-mandiri/


