BNN RI Gelar Pemusnahan Barang Bukti Narkoba, Jaringan Internasional

Jakarta, karonesia.com –Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) gelar pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana Narkotika di Lapangan Parkir BNN RI, Jumat (10/11/2023) pukul 09.30 WIB dengan total barang bukti dimusnahkan sebanyak 16.427,16 gram terdiri dari 15.774,80 gram sabu dan 652,36 gram ganja dan 150 butir kapsul berisikan serbuk ekstasi.

Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan lima kasus tindak pidana narkotika dengan jumlah tersangka sebanyak 18 orang.

Sebagian barang bukti yang disita, sebanyak 53,00 gram sabu, 1,14 gram ganja dan 15 kapsul berisikan serbuk ekstasi untuk kepentingan uji laboratorium di persidangan.

Berdasarkan UU No.35 2009 Pasal 91 ayat 2 menyebutkan bahwa BNN RI, dalam hal ini penyidik, wajib melakukan pemusnahan barang bukti maksimal 7 (tujuh) hari setelah barang bukti tersebut mendapatkan ketetapan dari Kejaksaan Negeri setempat. Selanjutnya, Pasal 90 ayat 1 disebutkan bahwa sebagian kecil barang bukti narkotika disisihkan guna kepentingan uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.

Atas perbuatan tersangka dijerat pasal 114 (2) Jo pasal 132 (1) dan pasal 112 (2) Jo pasal 132 (1) Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

2. LKN 0048: BNN RI berhasil mengamankan sebuah paket kiriman berisi narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman jenis Shabu kristal dari Zambia di jasa pengiriman FedEx, Cilandak, Jakarta Selatan.

Pada 27 September 2023 pukul 13.30 WIB, tersangka RS mendatangi kantor FedEx untuk mengambil paket, ketika keluar ruangan ia diamankan petugas BNN dan ditemukan bukti berupa Shabu kristal seberat 164,1 gram, dengan rincian empat bungkus dengan masing-masing terdiri dari 40,2 gram, 36,7 gram, 40,6 gram dan 46,6 gram.

Baca Juga :  JAM-Intelijen Prof. Dr. Reda Manthovani: ”Optimalisasi Peran Kejaksaan RI dalam Penyelenggaraan Pemilu 2024”

Paket kiriman akan diserahkan ke tersangka RD yang mendapatkan perintah dari MISTER (WNA) asal Nigeria. Atas perbuatannya, RS dan RD dijerat pasal 114 (2) Jo pasal 132 (1) sub pasal 112 (2) Jo pasal 132 (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

3. LKN 0050: Petugas BNN membongkar peredaran gelap narkotika jenis Shabu jaringan internasional yang dikirim dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut.

Empat tersangka diamankan yakni AA, MS, AR dan WS pada 12 Oktober 2023 pukul 21.10 WIB di Jl. Besar Danau Sijabut Teratai, Danau Sijabut, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Dari penggeledahan, didapatkan enam bungkus Plastik Teh China yang didalamnya tersimpan Narkotika jenis Shabu bentuk kristal dengan berat total 6.438 gram di dalam sebuah mobil tersangka.

Keempat tersangka, dijerat pasal 114 (2) Jo pasal 132 (1) sub pasal 112 (2) Jo pasal 132 (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

4. LKN 002, Pada 9 Mei 2023 Tim dari BNNP DKI Jakarta mengendus sebuah paket narkotika berisikan Ganja dengan berat 653,5 gram melalui jasa pengiriman ekspedisi yang dialamatkan kepada tersangka DT warga Pademangan Timur, Jakarta Utara.

DT sempat melarikan diri dan menjadi DPO selama 5 bulan dan ditangkap/diamankan pada 7 Oktober 2023 oleh petugas di daerah Sleman,Yogyakarta. Atas perbuatan pelaku DT dijerat pasal 114 ayat (1) Subsider pasal 111 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

5. LKN 0051 dan LKN 0057: Berdasarkan informasi pada Sabtu 14 Oktober 2023 tim BNN RI menyelidiki jaringan sindikat Narkotika antar provinsi dari Kota Pinang, Labuhan Batu Sumatera Utara ke Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Baca Juga :  Kunker Ke PT PAL Indonesia, Menhan Prabowo: Bangga Putra Putri Indonesia Berhasil Bangun Kapal Perang Frigate Merah Putih

Tiga orang berhasil diamankan yaitu AH, DW dan MS di sebuah kontrakan di Kota Palembang. Terdapat empat barang bukti berupa kemasan “Teh Cina” berisi narkotika golongan I jenis sabu dan tujuh plastik bening kecil berisi Sabu.

Hasil penelusuran, MS menerima paket dari DS dan juga ditemukan beberapa butir kapsul berisikan serbuk ekstasi di rumah DW. Tim BNN melakukan pengembangan, pada akhirnya pada 14 Oktober 2023, empat pelaku DS, AR, FM, PU dicokok oleh petugas di dalam mobil saat berada di jalan Sudirman Palembang.

Selanjutnya, tanggal 31 Oktober 2023, petugas melakukan pengembangan terhadap pengendali jaringan tersebut, dan melakukan penangkapan terhadap saudari R dan saudara B di wilayah Subang Jawa Barat.

Sehingga atas perbuatan 9 tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 jo 132 ayat 1, pasal 112 ayat 2 jo 132 ayat 1 Undang – undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (#)
  
Sumber: Biro Humas Dan Protokol BNN RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *